Tidak ada Kepastian dalam Bisnis

20 Mar

image

There’s no such thing as “for sure”. That’s the only sure thing I do know. (Charles chararacter in Beautiful Mind)

Quote di atas bisa jadi cukup menggambarkan apa yang kerap kami alami saat ini sejak membuka Rumah Sushi. Kami berusaha memastikan nyaris semua hal. Memastikan bahwa kamu mendapat pesanan secepat mungkin. Memastikan apa yang kamu pesan selalu ada. Memastikan menu yang datang ke meja kamu. Memastikan ketersediaan stok. Memastikan keuangan. Memastikan bahwa akhir bulan gaji karyawan dan pengeluaran lainnya tertutupi. Memastikan… memastikan… dan terus memastikan…

Tapi, apakah setelah dipastikan semua hal menjadi pasti? Ternyata nggak juga… Banyak hal yang ternyata tidak menjadi pasti bahkan setelah kami memastikan itu.

Kami nggak nyangka bahwa perubahan iklim ternyata ada pengaruh pada ketersediaan stok. Misalnya saja, Salmon. Perubahan iklim ternyata membuat stok salmon sulit didapat. Kami punya standardisasi kualitas salmon yang terhidang di meja kamu (ini hal yang selalu kami pastikan, bahwa kamu mendapatkan salmon berkualitas di meja kamu). Prinsip kami adalah “mungkin susah untuk mendapat salmon, tapi salmon yang nyampe di meja kamu HARUS dengan kualitas maksimal!”. Kualitas dan Ketersediaan salmon inilah yang harus kami pastikan.

Contoh lain, gaji karyawan adalah hal yang harus dipastikan di semua bisnis. Kami ingin karyawan kami merasa aman dan nyaman selama bekerja di Rumah Sushi. Bisnis adalah hal yang sulit diprediksi akan berjalan kemana. Hari ini ramai pengunjung, belum tentu esok harinya. Siangnya sepi, bisa jadi malamnya ramai. Padahal, apapun yang terjadi, sepi atau ramai, gaji karyawan adalah hal yang harus dibayar. Itu adalah hal yang pasti. Prinsip kami berikutnya adalah “Karyawan adalah partner. Perlakukan karyawan dengan baik.” Perlakuan baik pada karyawan inilah yang harus kami pastikan.

Contoh lain lagi, kami harus memastikan bahwa tingkat penjualan harian kami mampu menyokong bisnis ini untuk terus berjalan. Caranya? Promosi dan berusaha keras menjaga kualitas. Tanpa promosi dan usaha untuk menjaga kualitas, mustahil kami mendapatkan pelanggan yang setia. Namun, apakah dengan promosi gila-gilaan pelanggan pasti datang? Tidak juga… Promosi cuma pengungkit. Pelanggan datang karena mereka mau datang. Pelanggan itu bukan boneka yang bisa diatur-atur oleh promosi. Jadi, prinsip yang juga tidak boleh dilupakan adalah “Pelanggan itu bukan orang bodoh. Pelanggan itu cerdas dan cukup tahu tentang apa yang mereka mau. Jadi, belajarlah dari pelanggan.”

Melihat seluruh fenomena-fenomena itu, kami jadi makin sadar. Bahwa, kami memang bisa memastikan apa tindakan yang akan kami ambil, tapi kami tidak bisa memastikan bahwa tindakan itu PASTI 100% berhasil. Mengapa? Karena ada faktor penentu lain di luar kami yaitu : pelanggan, supplier, karyawan, situasi, kondisi dan hal-hal di luar kami yang tidak bisa 100% dikendalikan agar sesuai dengan apa yang kami mau.

Dan jangan lupa, ada faktor X (Besar) yang menentukan apakah sesuatu akan berhasil atau tidak… Apalagi kalau bukan spirit, passion dan doa.

Inilah yang akhirnya kami yakini : “Bisnis memang butuh kepastian, tapi bisnis juga bisa berarti mengelola sejumlah ketidakpastian.” Jadi, bisnis itu bukan semata-mata hasil, karena hasil dalam sebuah bisnis tidak akan lepas dari usaha-usaha yang dilakukan sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: