Karena Hebat Maka Menolong; Atau Karena Menolong Menjadi Hebat?

28 Dec

Guys, as you know, Rumah Sushi masih muda banget… Kondisi keuangan pun belum terlalu stabil sekalipun saat ini sudah jadi lebih baik. Kekhawatiran masih suka masuk ke pikiran kami. Pertanyaannya ya pasti sama dengan semua orang yang sedang menjalani hal baru : “Bisa nggak, ya?”

Sebagai ilustrasi aja, kita ber-4 masih kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. 3 orang dari kami mengambil konsentrasi Public Relations dan 1 orang mengambil Broadcasting (hehehehe…. nggak ada hubungannya sama Sushi, ya?). Sebagai Mahasiswa, ya teman kami juga banyak yang mahasiswa. Tiba-tiba, salah satu teman kami, menyampaikan “Elu punya buku bekas, nggak? Buku SD boleh, SMP boleh, SMA juga Boleh…. Kita mau bikin taman Bacaaan. Ada Sekolah yang kekurangan buku…”

Awalnya sih, kami cuma niat mencarikan buku-buku yang sudah tidak kami pakai lagi di kamar. Setelah bongkar-bongkar, ternyata jumlah buku yang bisa kami sumbangkan sangat sedikit. Aduh, kalo sedikit banget gini, gimana bisa jadi Taman Bacaan? Kayak taman bunga yang banyak bunganya, Taman bacaan ya harus banyak bukunya…

Terus, gimana dong? Untuk membelikan buku, jelas, kami belum mampu. Kondisi keuangan kami belum memungkinkan untuk itu. Tapi, niat kami begitu besar untuk bisa ikut membantu. Kemudian kami jadi ingat kalo seseorang pernah bilang, “Jangan takut membantu orang lain, karena itu bakal balik lagi dari arah yang nggak terduga…” Iya, ya? Tapi, kalo kondisi kami sendiri masih belum terlalu stabil, gimana mungkin bisa bantu? Tidak mungkin memotong cashflow kami untuk disumbangkan karena biaya-biaya yang harus kami tanggung cukup besar.

Eh, entah dapet wangsit darimana, kami jadi ingat. Bukannya kami punya banyak teman baru di Rumah Sushi? Kalau kami nggak bisa bantu sendiri, kenapa nggak kita bantu rame-rame? Kami yakin, kalau bantuan-bantuan kecil dari teman-teman kami di Rumah Sushi itu dikumpulkan, hasilnya pasti besar dan mimpi teman kami untuk membangun Taman Bacaan di sebuah sekolah di Bandung Barat itu bisa tercapai.

Lantas, apa yang bisa kami lakukan?

Kami tahu, kami dikelilingi banyak orang baik yang sudi dan rela untuk menolong. Jadi, setelah berhitung-hitung, apa salahnya memberikan 10% diskon untuk teman-teman kami yang dengan baik hati mau menyumbangkan bukunya? Bukan sebagai bentuk pamrih (karena menolong dengan pamrih tentu tidak Ok). Melainkan sebagai ucapan terima kasih atas niat baik ikut mewujudkan mimpi teman kami itu untuk menyediakan Taman Bacaan bagi sebuah sekolah yang kondisinya tidak sebaik kita yang bisa bersekolah atau kuliah di tempat-tempat yang bagus dan penuh fasilitas.

Ini juga sebagai bentuk penyadaran (terutama untuk kami sendiri), bahwa kita adalah orang-orang yang beruntung dan punya kewajiban untuk membantu saudara-saudara kita. Dalam taraf kita masing-masing, sebenarnya kita selalu mampu menolong orang lain. Saat ini, baru ini yang kami mampu. Jadi, lakukan saja sebatas yang kita mampu.

Kami melakukan ini bukan karena kami merasa hebat. Tapi kami yakin, dengan sikap rela menolong, kelak kami akan jadi hebat.

Mohon Bantuan Buku

Sebagai informasi :

Kami juga membantu pengumpulan sumbangan untuk menyediakan seperangkat komputer untuk sekolah tersebut.

Segala bentuk bantuan, baik berupa buku maupun uang tunai, terakhir kami terima tanggal 4 Januari 2011 dan sepenuhnya akan diserahkan kepada Panitia pelaksana (Mahasiswa PR UAI) untuk selanjutnya didistribusikan ke SD Cihanjuang Rahayu, Bandung Barat, pada tanggal 6,7 dan 8 Januari 2011.

Sebelumnya, kami mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan dan niat baiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: