Kimono Vs Kamtib

5 Dec

Pernah liat orang pake kimono kejar2an sama kamtib? Kami belum! Soalnya kami yang terjebak dalam situasi kejar2an itu! Hahaha…

Sebelumnya, kami mau cerita dulu. Kami adalah 4 orang mahasiswa di sebuah universitas swasta yang ada di tengah belantara Jakarta. 3 diantara kami adalah mahasiswa jurusan Public Relations. 1 orang mahasiswa jurusan Broadcasting. Latar belakang kami pun berbeda-beda, meskipun kami sama-sama datang dari keluarga yang biasa-biasa saja. 1 orang demen banget nulis. 1 orang hobi dagang. 1 orang fotografer. Dan 1 orang lagi seneng banget otak-atik desain dan program2 sound editing.

Memasak? Bukan sesuatu yang pernah dengan serius masuk ke otak kami! Boro2 masak, lhawong aktifitas harian kami jarang2 berhubungan dengan dapur! Salah dua peralatan dapur yang sering berhubungan dengan kami adalah teko air dan dispenser! Jadi kami tidak pernah menyangka akan terjun ke bisnis kuliner. Dan kami juga tidak pernah menyangka bahwa kami akan pernah terjebak dalam ketegangan situasi antara pedagang dan petugas kamtib!

Sumpah! Rasanya lumayan aneh dan lucu. Kami yang biasanya cuma nongkrong2 di Taman Suropati akhirnya ikut berkejar2an bersama petugas kamtib dan pedagang kopi yang kesana-kemari naik sepeda, yang memang banyak ditemukan di taman yang ada di daerah Menteng itu.

Kok bisa? Ya, bisa… Soalnya otak kami yang hiper ini bilang, kalo kami cuma duduk diam menunggu pelanggan di lokasi bisa2 kami bangkrut sebelum bisnis ini berjalan. Buat yang pernah datang ke Rumah Sushi tentu paham bahwa lokasi kami cukup tersembunyi dan benar-benar tidak terlihat dari jalan. Tidak akan ada orang yang menyangka kalo di sana ada Rumah Sushi yang menjual sushi enak dengan harga murah, kecuali sudah mendengarnya dari promo mulut ke mulut. Jadi, kami sepakat untuk membuat menu yang bisa dikemas dan dibawa jualan berkeliling, yaitu Happy Roll (isi Kani), Tamago Roll (isi omelet jepang) dan Flying Bee Roll (isi udang). Lokasi berjualannya dimana lagi kalau bukan di Taman Suropati yang kerap dijadikan tempat nongkrong warga dan anak muda Jakarta.

Logikanya sederhana saja. Kami ingin berjualan sambil promosi. Jadi, mulailah kami berjualan keliling setiap malam menawarkan sushi seperti para pedagang kopi itu.

Yang rencananya berdagang dengan cara yang sangat konseptual (pake sepeda lipat dan tas khusus segala. Maklum, mahasiswa pikirannya suka ribet), jadinya kami cuma berjualan dengan nampan sambil jalan2 berkeliling taman. Bedanya dengan pedagang lain adalah kami mengenakan kimono yang warnanya merah menyala mencolok mata! Jadi, kalo kamu sempet liat ada orang muter2 Taman Suropati pake kimono merah dengan tampang agak bingung dan sebentar2 ngomong, “Sushi, Mbak… Sushi, Mas…”, berani sumpah pocong, itu kami!

Awalnya sih, kami malu bukan kepalang. Gimana nggak malu coba? Di tengah anak muda yang berlomba-lomba tampil gaul, kami malah ‘turun’ jadi pedagang keliling macam pedagang rokok yang cuma bawa kotak. Well, kami jalan terus.

Untungnya kami tidak mengenakan kimono seperti ini

Hingga… Pada suatu malam yang kelam dan dingin. Angin bertiup kencang. Sepertinya… Banyak kuntilanak dan genderuwo berkeliaran. Stop! Stop! Ini khayalan saya saja!

Pokoknya, suatu malam kami sedang asik-asiknya berjualan. Baru 20 menit. Baru 2 porsi yang laku. Dan tiba-tiba… Gubrak! Gubrak! Gubrak! Ada apa? Ada apa?! Astaga! Kamtib! Para pedagang berhamburan kabur!

Kami? Kami kebingungan! Kami cuma mahasiswa biasa yang hidup normal2 saja! Cerita tentang kejar-kejaran dengan petugas Kamtib cuma kami lihat di TV! Sekarang, apa yang harus kami lakukan? Kami adalah orang-orang berpendidikan! Terhormat! Kami pernah belajar mata kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi! Jadi, dengan segenap ilmu dan kekuatan yang kami punya, yang harus kami lakukan adalah… Kabuuuurrr!!

Orang berpendidikan mana yang sudi diangkut kamtib?! Ternyata inilah berkahnya kuliah! Kami bisa kabur dari Petugas kamtib seperti kami terbiasa kabur dari dosen. Huahahaha! :)) Dan karena kami tidak berpengalaman, kami lari ngawur kesana-kemari tak tentu arah! Blingsatan seperti petasan tikus! Kabur kemana, kami tidak tahu! Pokoknya kabur! Jangan sampai kami harus ngejogrok di mobil kamtib yang bak-nya terbuka! Berkimono pula! Apa kata dunia?!

Suasana kacau balau. Kami terpisah! Bayangkan! Dikejar kamtib saja kami tidak pernah! Dan sekarang kami harus lari begitu rupa, mengenakan kimono, sambil membawa nampan yang diatasnya ada 10 porsi Sushi! Perasaan malu kami hilang. Menguap entah kemana. Kami sekarang merasa seperti peserta TV Champion, acara TV dari Jepang itu!

Untunglah, kami lolos… Senangnya! Senang? Nanti dulu! Ternyata kami telah melakukan kebodohan. Petugas kamtib itu tidak mengejar kami! Mereka hanya mengejar pedagang yang bergerobak, sepeda, atau yang membawa pikulan. Begitu kata seorang pedagang rokok di sana. Agh! Inilah akibat dari kepanikan.

Well, sekarang kami hanya berjualan di lokasi Rumah Sushi. Bukan karena kapok, tapi karena jumlah personil kami masih sangat terbatas untuk bisa menangani pelanggan, yang alhamdulillah, jumlahnya terus meningkat. Kami tidak mau mengecewakan mereka, sehingga kami merasa perlu berkonsentrasi penuh di lokasi. Kami tidak mungkin mengorbankan kepuasan pelanggan hanya karena konsep marketing. Pelanggan adalah sahabat kami. Teman se-Rumah Sushi. Sebelumnya kami mohon maaf jika masih banyak kekurangan. Kami akan terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas layanan. Kami akan terus belajar dengan pelanggan sebagai guru besar.

Thank you, guys…😀

http://www.rumahsushi.wordpress.com

Peringatan Non-Pemerintah : Dikejar kamtib saat menggunakan kimono dapat menyebabkan serangan malu dan gangguan pada hati! Sakit hati karena dagangan tak jadi laku!😉

2 Responses to “Kimono Vs Kamtib”

  1. dinar m asokya December 6, 2010 at 6:58 pm #

    Asli gw ngakak. ahahahahaa. ngakak!!!!!!!…..

    • rumahsushi December 7, 2010 at 6:45 am #

      Hiahiaiahia…. yah…. begitulah… makhluk-makhluk tak berpengalaman yang modal nekat…. hihihi…. Tapi, kalo nggak gitu, kapan majunya, kan? hiaihaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: